Undangan Pelatihan Asesor LAMDIK Batch IV tahap 1

Yang terhormat,
Asesor LAM Kependidikan hasil rekrutmen batch IV

Dengan hormat disampaikan dalam rangka penguatan kapasitas kelembagaan LAMDIK dan melakukan penyamaan persepsi terhadap Instrumen Akreditasi LAMDIK, maka perlu dilakukan pelatihan asesor LAMDIK yang baru direkrut pada BATCH IV. Untuk itu mohon kehadirannya pada kegiatan yang akan diselenggarakan pada:

  • Hari, Tanggal: Kamis (16 Maret 2023) dan Jum’at (17 Maret 2023)
  • Pukul: 08.00 sd 12.00 WIB
  • Agenda: Pelatihan Asesor LAMDIK batch IV tahap 1
  • Tempat: Zoom Meeting (tautan zoom menyusul)

Demikian surat undangan dari kami, atas perhatian dan kerjasamanya yang baik disampaikan terima kasih.

Undangan, daftar peserta dan susunan acara dapat dilihat pada file berikut:

Pengumuman Hasil Seleksi Akhir/Wawancara Calon Asesor LAMDIK Batch IV

Diberitahukan dengan hormat bahwa berdasarkan hasil seleksi akhir/wawancara yang telah diikuti
oleh calon asesor LAMDIK Batch IV, disampaikan nama peserta calon asesor LAMDIK yang
dinyatakan lulus melalui https://asesor.lamdik.or.id dengan memasukkan NIDN atau alamat e-mail
calon asesor LAMDIK.

Langkah-langkahnya:

  1. Buka laman https://asesor.lamdik.or.id atau klik disini
  2. Klik tautan: Hasil Seleksi Akhir
  3. Masukkan NIDN atau alamat email saat pendaftaran asesor pada form yang tersedia
  4. Klik tombol Tampilkan
  5. Data calon asesor dan status kelulusan tes psikologi ditampilkan

NB: Calon asesor yang dinyatakan lulus juga mendapatkan email pemberitahuan.

Terima Kasih

Jadwal Seleksi Wawancara Calon Asesor LAMDIK Batch IV

Yth. Bpk/Ibu calon asesor LAMDIK Batch IV,

Diinformasikan bahwa jadwal seleksi wawancara dilaksanakan pada:
Hari, Tanggal: Senin – Selasa, 13 – 14 Februari 2023
Pukul: 09.00 – 15.00 WIB
Media: Daring (zoom meeting)

Demi kelancaran pelaksanaan seleksi wawancara, diharapkan bpk/ibu untuk hadir 15 menit sebelum waktu wawancara sesuai jadwal, menyiapkan perangkat laptop dengan kamera berfungsi dengan baik, dan jaringan internet yang baik dan stabil.

Untuk melihat jadwal wawancara, ikuti tahapan berikut:

  1. Buka laman https://asesor.lamdik.or.id atau klik disini
  2. klik tautan: Jadwal Wawancara
  3. Isikan NIDN atau alama email yang digunakan selama pendaftaran asesor
  4. klik tombol: LIHAT
  5. Jadwal wawancara beserta tautan zoom akan ditampilkan.

NB:

  1. Bpk/Ibu diharapkan join ke Zoom 15 menit sebelum jadwal wawancara bapak/ibu
  2. untuk memperlancar kami dalam mengelola proses wawancara, diharapkan untuk mengganti nama dalam format: SESI -ROOM – NAMA CALON ASESOR
  3. Jangan lupa untuk mengisi presensi wawancara (yang akan diberikan pada saat wawancara)
  4. Setelah selesai wawancara dan mengisi presensi, bapak/ibu dapat leave dari Zoom.

Pengumuman Hasil Pemeriksaan/Tes Psikologi Calon Asesor LAMDIK Batch IV

Diberitahukan dengan hormat bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan (tes) psikologi yang telah diikuti
oleh calon asesor LAMDIK Batch IV, disampaikan nama peserta calon asesor LAMDIK yang
dinyatakan lulus melalui https://asesor.lamdik.or.id dengan memasukkan NIDN atau alamat e-mail
calon asesor LAMDIK.

  1. Buka laman https://asesor.lamdik.or.id atau klik disini
  2. Klik tautan: Hasil Tes Psikologi
  3. Masukkan NIDN atau alamat email saat pendaftaran asesor pada form yang tersedia
  4. Klik tombol Tampilkan
  5. Data calon asesor dan status kelulusan tes psikologi ditampilkan

Calon asesor yang dinyatakan lulus tes psikologi juga mendapatkan email pemberitahauan. Terima Kasih

ICE Institute dan Coursera

Rabu pagi saya ketemu dengan Prof. Paulina Panen, teman lama, di lobi Gedung Rektorat Unesa.  Prof. Paulin adalah dosen UT (Universitas Terbuka) yang dikenal sebagai ahli pembelajaran daring (online learning). Pernah menjadi Dekan FKIP UT, Dekan FKIP Sampurna University, dan Staf Ahli di KemristekDikti.  Beliau datang ke Unesa untuk memperkenalkan ICE Institute (Indonesia Cyber Learning Institute) dan mengajak Unesa untuk bergabung. Seperti lazimya teman lama yang bertemu, kami ngobrol bebas walaupun hanya sebentar. Prof. Paulin menyelaskan tentang ICE Institute apa isinya dan kemana arah pengembangannya.  Mendengar itu, saya bertanya apakah akan seperti Coursera dan dijawab “ya”.  Coursera asli Indonesia, begitu kira-kita jawaban beliau.  Saya mendukung gagasan tersebut dengan memberi beberapa usulan.

Apa itu Coursera?  Kita dapat mencari informasi lengkap di webb-nya. Mudahnya, Coursera itu mirip dengan Tokopedia, Bukalapak, Beli-beli, OLX, Shoppy dan sejenisnya.  Dagangannya matakuliah atau matalatih.  Penyedia “barangnya” adalah universitas terkenal di berbagai negara dan penyelenggara kursus top dan juga kalangan industri besar. Mahasiswa atau orang umum dapat mengambil matakuliah atau pelatihan melalui Coursera.  Jika selesai peserta akan mendapatkan semacam sertifikat.  Jika yang bersangkutan sedang kuliah, dapat saja hasil kuliah atau pelatihan dengan bukti sertifikat tersebut diajukan untuk mendapat pengakuan dari universitas dimana yang bersangkutan kuliah.  Seperti biasa menggunakan jalur credit transfer atau RPL (recognition of prior learning).  Konon Coursera menjamin mutu kuliah dan kursus yang ditawarkan.  Jadi sangat mungkin mudah diakui oleh universitas lain.

Jadi kalau Kemendikbudristek meminta universitas menerapkan MBKM dan mahasiswa menempuh sekian kredit dari universitas lain atau dunia kerja, maka Coursera sudah menawarkan itu sejak sekian tahun lalu.  Apakah yang mengikuti Coursera hanya mahasiswa?  Ternyata tidak. Banyak orang yang sudah bekerja mengikuti kursus atau matakuliah di Coursera untuk mendukung pekerjaannya. Anak saya mengambil matakuliah tentang Penelitian Kualitatif untuk mendukung pekerjaannya. Juga ada orang yang ikut untuk sekedar tahu tentang sesuatu.  Ada teman anak saya, seorang pensiunan, mengambil pelatihan di Coursera karena ini tahu tentang cara kerja panel sel surya. Jadi bukan untuk kuliah dan juga bukan untuk bekerja.

Mengapa saya mendukung pengembangan ICE Institute yang mirip Coursera?  Karena menurut saya, pola kuliah atau kursus seperti itu akan menjadi tren ke depan.  Dilihat dari sudut kepentingan mahasiswa, dengan cara itu mahasiswa dapat mudah memperoleh kuliah dari ahli yang diinginkan dengan mutu yang terjamin.  Dari sudut manajemen perguruan tinggi juga lebih efisien, karena perguruan tinggi tidak perlu menyediakan dosen untuk seluruh matakuliah yang diperlukan mahasiswa.  Saya pernah memberikan contoh, jika mahasiswa Unair atau Unesa atau ITS ingin menempuh matakuliah ke-Islaman yang “dalam” dan ahlinya hanya ada di UIN Sunan Ampel, yang bersangkutan melalui ICE Institute.  Sebaliknya jika mahasiswa  UIN ingin memperdalam matakuliah tentang Fisika dan dosen untuk itu hanya ada di ITS, mahasiswa dapat menempuhnya melalui ICE Institute.

Apa bedanya dengan yang selama ini sudah terjadi. Bukankah selama ini sudah ada MBKM dan perguruan tinggi diwajibkan menerima mahasiswa dari luar universitasnya.  Konon Coursera tidak begitu saja menerima jika ada universitas, lembaga pelatihan dan industri ingin menawarkan melalui Coursera.  Dilakukan penelusuran atau cara lain untuk memastikan yang ditawarkan tersebut memenuhi mutu minimal yang ditentukan.  Saya mimpi ICE Institute juga melakukan seperti itu, sehingga mahasiswa atau orang biasa yang mengambil matakuliah atau kursus mendapatkan layanan mutu yang bagus. Sampai saat ini yang ditawarkan oleh Coursera baru kuliah dan kursus secara online.  Pada hal tidak semua matakuliah dan kursus yang memerlukan keterampilan dapat dilaksanakan secara online.  Mudah-mudahan pada saatnya ICE Institute dapat juga menyediakan matakuliah matakuliah atau kursus yang juga ada keterampilannya. Semoga.

Muchlas Samani

Pelaksanaan Tes Psikologi Calon Asesor LAMDIK Batch 4

Yth. Bapak/Ibu calon asesor LAMDIK Batch IV yang dinyatakan LULUS SELEKSI ADMINISTRASI dan BUKAN asesor BAN-PT, diundang untuk mengikuti seleksi pemeriksaan (tes) psikologi yang akan dilaksanakan secara daring pada:

Hari, Tanggal : Rabu, 1 Februari 2022
dibuka: jam 08.00 WIB atau 09.00 WITA atau 10.00 WIT

ditutup: jam 15.30 WIB atau 16.30 WITA atau 17.30 WIT

Berikut penduan teknis pelaksanaan tes psikologi:

Mohon untuk dipelajari teknis pelaksanaan tes psikologi dan disiapkan juga perangkat sesuai spesifikasi dan koneksi internet yang baik dan stabil.

NB: Informasi terkait kode akses dan tautan untuk tes psikologi akan diinformasikan pada hari Rabu, 1 Februari 2023 pagi.

Hasil Seleksi Administrasi Rekrutmen Asesor LAMDIK Batch IV

Yth. Bapak/Ibu calon asesor LAMDIK Batch IV

Hasil seleksi administrasi rekrutmen asesor LAMDIK Batch IV dapat dilihat melalui laman https://asesor.lamdik.or.id dengan memasukkan NIDN atau alamat e-mail sesuai yang diisikan pada saat pendaftaran. Rincian langkah-langkahnya sbb:

  1. Buka browser Firefox/Google Chrome/Microsoft Edge
  2. Ketikkan alamat https://asesor.lamdik.or.id atau klik disini.
  3. Klik tautan: Hasil Seleksi Administrasi
  4. Masukkan NIDN/NIDK atau alamat email yang dimasukkan pada saat pendaftaran, kemudian klik tombol: Lihat Hasil
  5. Ditampilkan informasi Lulus/Tidak Lulus seleksi administrasi.

Selanjutnya, bagi peserta calon asesor LAMDIK umum (bukan dari asesor BAN-PT) yang dinyatakan lulus diundang untuk mengikuti seleksi pemeriksaan (tes) psikologi yang akan dilaksanakan secara daring pada tanggal 1 Februari 2023 dengan jadwal dan ketentuan yang sudah ditetapkan oleh LAMDIK. Link kode akses akan diberikan pada hari H pelaksanaan tes psikologi. Link kode akses dan Pedoman Pelaksanaan Tes Psikologi secara daring dapat dilihat di laman LAMDIK https://lamdik.or.id.

Bagi peserta calon asesor LAMDIK dari asesor BAN-PT yang lulus tahap seleksi administrasi akan diundang untuk mengikuti seleksi wawancana. Tanggal pelaksanaan seleksi wawancara beserta jadwal dan ketentuan akan diberitahukan kemudian melalui laman LAMDIK https://lamdik.or.id.

Demikian, atas perhatian dan kerja sama yang baik, kami sampaikan terima kasih.

Penundaan Batas Akhir Pendaftaran Asesor LAMDIK Batch IV

Diberitahukan dengan hormat, mengingat tanggal 23 Januari 2023 adalah hari libur nasional, maka batas akhir pendaftaran asesor sesuai dengan surat Nomor: 28/PENG-F/LAMDIK/I/2023 Tanggal 9 Januari 2023 Tentang Rekrutmen Asesor LAMDIK Batch IV DIUNDUR, yang semula waktu pendaftaran tanggal 16 sampai 23 Januari 2023 MENJADI tanggal 16 sampai 24 Januari 2023.

INSPIRASI PIALA DUNIA BAGI DUNIA PENDIDIKAN

Sebenarnya saya bukan pecandu bola, namun karena Piala Dunia (World Cup) pertandingan tingkat dunia saya perlukan untuk menonton.  Dan Piala Dunia yang baru beberapa hari ini memberi kejutan yang membuat sata bingung.  Nalar saya sulit memahami bagaimana Tim Saudi Arabia dapat mengalahkan Tim Argentina yang dikomandani oleh Lionel Messi-pemain top dunia yang semua pecandu sepak bola pasti mengenalnya. Kekagetan bertambah lagi Ketika Tim Jepang menekuk Tim Jerman.  Kenapa kaget? Karena setahu saya kampiun sepak bola itu negara-negara di Eropa atau Amerika Latin.

Apa yang terjadi kali ini?  Walaupun tidak ahli sepak bola, saya terdorong untuk mencari tahu dengan bertanya ke teman-teman dari Fakultas Ilmu Olahraga yang tentunya tahun tentang hal itu.  Sayangnya saya tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan.  Yang muncul justru kelakar yang sudah biasa kita dengan “bola itu bundar”.  Akhirnya saya mencoba mencari berbagai informasi dan yang paling mudah yang melalui internet. Pertanyaan yang pertama muncul di benak saya, apakah dalam Piala Dunia suatu negara dapat “mengimpor” pemain dari negara lain?  Pertanyaan itu muncul, karena dalam klub bola jual-beli pemain itu biasa.  Klub yang kaya dapat membeli pemain top, sehingga dapat meningkatkan mutu permaninan timnya.   Untuk itu saya mencoba melacak siapa saja pemain Tim Saudi Arabia saat menekuk Argentina.  Dari nama-namanya, saya yakin mereka orang Saudi. Seorang teman juga menjelaskan dalam Piala Dunia hanya warga setempat yang boleh mewakili negaranya.

Jika semua pemain Saudi Arabia adalah warga negara setempat, bagaimana bisa mengalahkan Tim Argentina?  Untuk mencari jawaban itu saya mencoba mencari video atau tulisan tentang bagaimana Tim Saudi berlatih.  Sayang sekali saya tidak dapat menemukan.  Saya justru menemukan video tentang Ronaldo dan Messi berlatih. Saya terkejut melihat video tersebut.  Ternyata pemain bola sekelas Ronaldo dan Messi itu mau berlatih fisik dan teknis, seperti lari meliuk-liuk diantara tiang dan atau cone.  Mereka juga latihan melompat-lompat dan mendribel bola. Bayangan saya itu bentuk latihan bagi pemain pemula.

Informasi tersebut saya tanyakan ke teman yang faham tentang sepak bola dan mendapat jawaban yang lumayan meyakinkan.  Pemain bola professional sekelas Ronaldo dan Messi, seperti juga pemain olahraga professional lainnya, selalu berlatih keras karena tidak mau performance-nya turun.  Jika performance-nya turun, tidak akan dipakai lagi oleh klub dan itu yang ditakuti oleh para pemain sepak bola professional.  Teman tersebut juga menjelaskan, para pelatih Piala Dunia jauh hari sudah memikirkan strategi latihan dan strategi permainan dengan menggunakan pemain setempat.  Mereka memutar otak bagaimana caranya agar dengan pemain setempat tersebut performance tim dapat maksimal sehingga memenangkan pertandinggan.  Dengan mempelajari kekuatan dan kelemahan lawan, para pelatih akan BERINOVASI mencari strategi yang diyakini membuat tim-nya bermain bagus.  Dan ternyata INOVASI yang dilaksanakan oleh Tim Suadi Arabia dan Jepang berhasil.

Mendengarkan penjelasan teman tersebut membuat saya merenung, apakah pola pikir tersebut dapat diadaptasi dalam dunia pendidikan ya.  Bukankah menurut Abu Dohuo hasil belajar siswa itu sangat dipengaruhi oleh INOVASI guru dalam mengajar.  Bukankah dalam berinovasi, guru harus memanfaatkan sarana yang ada dan bukan meminta tambahan sarana yang tidak mungkin dipenuhi oleh sekolah. Tetapi guru itu setiap hari mengajar, sehingga kapan punya waktu berlatih?  Pemain sepak bola paling bertanding 1 bulan sekali atau katakanlah 2 minggu sekali, sehingga punya waktu cukup untuk berlatih. Saya jadi teringat tulisan Allwright (1983) yang menjelaskan bahwa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) itu adaptasi dari Classroom Centered Research (CCR) yang tujuan awalnya bukan untuk karya ilmiah tetapi untuk memperbaiki proses pembelajaran di kelas.  Mungkinkah PTK “dikembalikan” seperti asalnya yaitu CCR dan digunakan sebagai wahana INOVASI pembelajaran untuk menggantikan latihan yang memang guru tidak memiliki kesempatan untuk itu?  Dan itu dilaksanakan secara berkelanjutan karena inovasi harus terus dilakukan?  Sebutlah PTK Berkelanjutan (PTK-B).  Jadi meniru pemain bola yang terus menerus berlatih dan berinovasi agar menang dalam pertandingan.

Karena tidak dimaksudkan untuk karya ilmiah, maka kaidah penelitian ilmiah dapat “dilonggarkan”.  Agar lebih mudah memahami, kita tiru pola kerja dokter dalam menangani pasien.  Data rekam medis merupakan andalan dokter saat menangani pasien. Dari rekam medis diketahui riwayat sakit pasien dan pengobatan serta treatment yang pernah diberikan.  Jika pasien diberi obat tertentu dan ternyata belum sembuh akan dianalisis apa yang kurang tepat dan apa obat yang lebih cocok. Mungkinkah itu diadaptasi dalam PTK-B?  Guru memiliki catatan tentang apa yang dilakukan, bagaimana respons siswa dan bagaimana hasil belajarnya.  Catatan tersebut didokumentasikan menjadi Catatan Kelas (CK) yang memuat riwayat inovasi pembelajaran di kelas tertentu. Dengan mencermati CK guru dapat memperbaiki pembelajaran agar respons siswa dan hasil belajarnya lebih baik. Apakah data pada CK dapat dijadikan bahan menyusun karya tulis ilmiah?  Tentu saja bia. Namun dengan mensistematisasi agar memenuhi kaidah karya ilmiah.  Namun tetap harus diingat bahwa tujuan pokok PTK-B dan CK adalah untuk memperbaiki proses pembelajaran. Karya tulis yang dihasilkan hanyalah bonus bukan tujuan utama.  Semoga.

Muchlas Samani